Intinews | Lebih dari 30 pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Jambi mengikuti pelatihan pengolahan mie dan donat di Rumah BUMN Jambi. Bukan sekadar belajar membuat produk, peserta juga diajak mencari varian dan teknik pengolahan yang bisa diterapkan untuk mengembangkan usaha.
Pelatihan bertajuk “Merdeka Berkarya: Inovasi Mie dan Donat” itu digelar Rumah BUMN Jambi bersama Wilmart pada Kamis (13/8/2026).
Chef Riyan dari Wilmart memandu peserta secara langsung. Peserta mengikuti tahapan pembuatan mie dan donat, mulai dari proses produksi hingga teknik pengembangan produk. Sesi berlangsung interaktif karena peserta bisa langsung bertanya dan mencoba teknik yang diperagakan.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan peningkatan keterampilan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMK yang ingin mengembangkan usahanya.
“UMKM naik kelas tidak terjadi hanya karena produknya laku. Ada proses di belakangnya, mulai dari peningkatan keterampilan, keberanian berinovasi, kemampuan membaca kebutuhan pasar, sampai konsistensi menjaga kualitas. Rumah BUMN Jambi hadir untuk membantu pelaku usaha melalui proses tersebut,” ujar Diksi.
Menurut Diksi, pelatihan berbasis praktik memberi ruang bagi peserta untuk langsung menguji pengetahuan yang diperoleh. Hal itu dinilai lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha sehari-hari.
“Kami ingin setiap pelatihan di Rumah BUMN memiliki manfaat yang konkret. Peserta datang membawa pengalaman usahanya, lalu pulang membawa pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa langsung dicoba. Dari hal-hal sederhana seperti mie dan donat, kami berharap lahir produk yang lebih kreatif, memiliki nilai tambah, dan semakin kompetitif,” kata Diksi.
Di lokasi pelatihan, peserta terlihat aktif mengikuti setiap tahapan. Sejumlah pertanyaan muncul saat praktik, terutama berkaitan dengan teknik pengolahan dan kemungkinan mengembangkan produk untuk dijual kembali.
Pertemuan itu juga dimanfaatkan peserta untuk bertukar pengalaman mengenai usaha yang mereka jalankan. Dari sana, muncul ruang untuk membangun jejaring dengan sesama pelaku UMK.
Mie dan donat sendiri merupakan produk yang mudah ditemui di pasar. Karena itu, pelaku usaha perlu memiliki pembeda agar produknya tidak berhenti pada pilihan. (vv)

















