Intinews | Waktu pelayanan permintaan material di gudang Kilang Plaju, Palembang, mencapai 3,9 menit dalam simulasi Warehouse Competition yang digelar pada 2–3 November 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang dinilai dalam upaya memperbaiki tata kelola pergudangan, mulai dari penataan material, kelayakan peralatan hingga penerapan keselamatan kerja.
Kegiatan yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju itu dikemas melalui Management Walkthrough (MWT) dan Warehouse Competition. Manajemen turun langsung memeriksa kondisi gudang sekaligus mengevaluasi kepatuhan pekerja terhadap prosedur operasional dan standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
Manager Resale Commodities Pertamina Patra Niaga, Adhis Mahaswi Dewi, mengatakan pengelolaan gudang bukan sekadar urusan menyimpan dan mengeluarkan barang. Ketepatan pencatatan, pengawasan, serta kedisiplinan pekerja ikut menentukan kelancaran operasional perusahaan.
“Pengelolaan pergudangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penyimpanan material, tetapi juga mencerminkan kualitas tata kelola dan kedisiplinan operasional perusahaan. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, didukung pengawasan yang efektif, serta mengedepankan aspek keselamatan, ” ujar Adhis.
Dalam kegiatan tersebut, peninjauan dilakukan di tiga lokasi, yakni Gudang 4 WH 3 Plaju, Gudang C9 WH 2 Plaju, dan Gudang S1 WH 1 Sungai Gerong.
Pemeriksaan meliputi penataan dan kondisi material, fasilitas gudang, kesiapan operasional, kebersihan area kerja, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Manajemen juga memeriksa penerapan prosedur keselamatan serta kondisi alat angkat dan angkut.
Dari hasil peninjauan, pekerja dinilai telah menggunakan APD sesuai peruntukannya. Pemeliharaan peralatan angkat dan angkut turut didukung melalui program Long-Term Service Agreement (LTSA) Alat Berat. Sementara itu, penerapan Good Housekeeping (GHK) dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kerapian area pergudangan.
Manager Procurement RU Plaju, Alfi, mengatakan pengawasan langsung menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan material berjalan sesuai ketentuan.
“Bagi Kilang Plaju, pengelolaan pergudangan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional kilang. Kami terus mendorong seluruh pekerja dan mitra kerja untuk mengedepankan prinsip akurasi, kepatuhan, dan keselamatan, mulai dari penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan hingga pengeluaran material,” kata Alfi.
Selain pemeriksaan gudang, Warehouse Competition menjadi bagian dari evaluasi kinerja masing-masing tim. Penilaian mencakup pengelolaan gudang, kondisi fasilitas, serta kelayakan operasional alat angkat dan angkut.
Tim gudang juga mengikuti simulasi pelayanan permintaan material (material request). Penghitungan waktu dimulai dari pencarian dan pengambilan barang hingga material diterima pengguna (user). Dalam simulasi tersebut, waktu pelayanan tercepat tercatat 3,9 menit.
Kecepatan pelayanan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, selain ketepatan pengelolaan material dan kepatuhan terhadap prosedur. Penataan gudang dan penerapan housekeeping turut mendukung proses pencarian serta pengambilan barang.
Melalui kegiatan ini, Kilang Plaju mendorong pengawasan pergudangan dilakukan secara konsisten. Evaluasi juga menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memperbaiki pengelolaan material di setiap area gudang. (vv)

















