Intinews | Ada yang berbeda dari aktivitas pegawai PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) setiap Jumat.
Sebagian pegawai tidak menggunakan kendaraan pribadi berbahan bakar fosil untuk menuju kantor. Ada yang memilih sepeda, kendaraan listrik, transportasi umum, hingga berjalan kaki dari titik tertentu.
Kebiasaan itu merupakan bagian dari Clean Energy Day, program yang mengajak pegawai PLN UID S2JB menggunakan moda transportasi rendah emisi setiap Jumat.
Bukan sekadar soal pilihan kendaraan, kebiasaan tersebut ternyata menghasilkan dampak yang cukup besar jika dilakukan secara bersama-sama.
Sejak program berjalan, tercatat 712 pegawai ikut berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, PLN UID S2JB mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 15.039 kgCO₂e.
Penggunaan bahan bakar minyak juga ikut ditekan. Total penghematan yang tercatat mencapai 12.438,51 liter, sedangkan efisiensi biaya transportasi mencapai Rp152.887.438.
Angka tersebut bukan sekadar perkiraan. PLN mencatat partisipasi pegawai melalui aplikasi PLN Click. Moda transportasi, jarak perjalanan, hingga faktor konversi emisi berdasarkan konsumsi bahan bakar menjadi bagian dari data yang dihimpun.
Dengan cara itu, kontribusi masing-masing pegawai dapat dihitung dan dampak program dapat terlihat dari waktu ke waktu.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan transisi energi tidak selalu harus dikaitkan dengan pembangunan pembangkit atau penggunaan teknologi baru.
“Ketika berbicara tentang transisi energi, yang terbayang sering kali adalah pembangkit listrik atau teknologi baru. Padahal, perubahan juga dimulai dari keputusan sederhana yang kita ambil setiap hari. Memilih cara berangkat kerja yang lebih ramah lingkungan adalah salah satu bentuk kontribusi nyata yang bisa dilakukan oleh setiap insan PLN,” ujar Diksi.
Menurut dia, kebiasaan yang dilakukan secara rutin justru bisa memberikan pengaruh ketika banyak orang ikut melakukannya.
“Data yang kami peroleh setiap pekan membuktikan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama mampu menghasilkan dampak yang terukur. Harapannya, semangat ini tidak berhenti pada Clean Energy Day, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan gaya hidup yang terus berkembang di lingkungan PLN UID S2JB,” tambahnya.
Clean Energy Day kemudian tidak berhenti pada urusan perjalanan pegawai menuju kantor. Bagi PLN UID S2JB, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mendorong perubahan kebiasaan di lingkungan kerja, terutama dalam penggunaan energi dan pengurangan emisi.
Dari perjalanan menuju kantor setiap Jumat, PLN UID S2JB berupaya menanamkan kesadaran bahwa kontribusi terhadap lingkungan bisa dilakukan dari aktivitas yang paling dekat dengan keseharian.
Upaya itu juga diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia 2060, sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas perusahaan. (vv)

















