Intinews | Keselamatan kerja tidak hanya dibangun melalui teknologi, prosedur, dan pengawasan yang ketat. Di lingkungan Pertamina, keselamatan juga diperkuat melalui nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi dalam menjalankan setiap aktivitas operasional.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) melalui pelaksanaan Doa Bersama Safety Leadership Program (SLP) 4.0 yang rutin digelar setiap pekan. Pada pelaksanaan Jumat (5/6/2026), kegiatan dipimpin dan difasilitasi oleh PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Plaju) secara hybrid dan virtual, serta diikuti ribuan Perwira Pertamina dari berbagai wilayah kerja di Indonesia.
Peserta berasal dari unit operasi, unit proyek, anak perusahaan, hingga afiliasi Pertamina yang tersebar dari hulu hingga hilir sektor energi nasional.
Executive General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan bahwa implementasi Safety Leadership Program 4.0 tidak hanya menuntut kesiapan teknologi dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, tetapi juga membutuhkan fondasi spiritual yang kuat.
Menurutnya, berbagai sistem keselamatan yang diterapkan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kesadaran bahwa keselamatan pada akhirnya merupakan anugerah yang perlu terus diupayakan dan dipanjatkan melalui doa.
“Seluruh kompetensi, kecanggihan sistem, dan ketatnya mitigasi risiko yang kita miliki di lapangan tidak akan pernah sempurna tanpa adanya intervensi spiritual. Momentum Doa Bersama setiap hari Jumat ini menjadi ruang bagi kita untuk memohon ridho dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh operasional perusahaan senantiasa berjalan aman dan selamat,” ujar Khabibullah.
Ia menambahkan, budaya keselamatan yang dibangun melalui SLP 4.0 juga menekankan pentingnya kepedulian antarsesama pekerja. Keselamatan, kata dia, bukan sekadar kewajiban memenuhi regulasi perusahaan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keluarga yang menunggu di rumah.
“Ketika setiap pekerja memiliki kepedulian terhadap keselamatan dirinya dan orang lain, maka budaya safety akan tumbuh secara alami. Kita ingin membangun mindset bahwa keselamatan kerja adalah bentuk rasa syukur sekaligus tanggung jawab utama kepada keluarga,” tambahnya.
Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan yang diisi dengan doa lintas agama sebagai cerminan keberagaman dan inklusivitas di lingkungan Pertamina. Doa dipanjatkan untuk keselamatan seluruh pekerja, keandalan fasilitas operasional, kelancaran distribusi energi nasional, serta keberlangsungan operasional perusahaan yang aman dan andal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina dalam memperkuat budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) di seluruh lini bisnis.
Melalui kombinasi program keselamatan yang terstruktur dan penguatan aspek spiritual, Pertamina Patra Niaga bersama seluruh unit operasinya, termasuk Kilang Plaju, terus berupaya menekan angka kecelakaan kerja menuju target Zero Accident.
Lebih dari itu, setiap langkah yang dilakukan perusahaan bermuara pada satu tujuan yang sama, yakni memastikan seluruh Perwira Pertamina dapat bekerja dengan aman dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat setiap harinya. (vv)

















