Intinews | Hitungan detik menjadi penting saat kondisi darurat terjadi di kawasan kilang. Personel Fire Brigade dituntut bergerak cepat, tetapi tetap tepat dalam mengambil tindakan.
Untuk memastikan kesiapan itu, Fungsi Health, Safety, Security & Environment (HSSE) melalui Bagian Emergency Insurance (EI) Kilang Plaju menggelar Agility Test Fireman.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 30 Agustus hingga 1 September 2026.
Uji ketangkasan ini dilakukan untuk melihat kemampuan personel dari sisi fisik, ketangkasan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Pjs. Manager HSSE RU Plaju, Ery Puspiartono, mengatakan kemampuan personel Fire Brigade harus terus dijaga. Sebab, mereka menjadi salah satu tim yang berada di garis depan ketika terjadi keadaan darurat di area operasional.
“Agility test ini menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan rekan-rekan Fire Brigade selalu siap, baik secara fisik maupun mental,” kata Ery.
Menurutnya, kemampuan bergerak cepat saja tidak cukup. Setiap tindakan harus dilakukan dengan tepat dan tetap mengikuti aspek keselamatan.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan respons harus diimbangi dengan ketepatan tindakan. Karena itu, kesiapan tidak cukup hanya dibangun ketika insiden terjadi, tetapi perlu dilatih dan dievaluasi secara berkala, “ujarnya.
Melalui agility test, personel dihadapkan pada rangkaian pengujian yang membutuhkan kondisi fisik dan ketangkasan. Pola latihan dibuat untuk mendekati situasi yang bisa ditemui saat menjalankan tugas di lapangan.
Dengan begitu, personel tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis. Mereka juga dituntut mampu bergerak cepat dan mengambil tindakan dalam situasi yang penuh tekanan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR) Pertamina. Salah satu penekanannya adalah memastikan personel berada dalam kondisi sehat secara fisik dan mental serta memiliki kompetensi dan kewenangan saat menjalankan pekerjaan.
Kesiapan menghadapi keadaan darurat pun tidak hanya diuji melalui agility test.
Di Kilang Plaju, personel Fire Brigade menjalani Fire Fighter Fitness Improvement Programs setiap hari. Sementara IPPT Test dan Agility Test dilakukan setiap tiga bulan.
Latihan lainnya seperti Fire Ground Drill dan Minor Emergency Drill juga dilakukan setiap pekan.
Latihan rutin tersebut menjadi cara untuk menjaga kemampuan personel sekaligus membangun kekompakan tim. Saat terjadi keadaan darurat, setiap personel diharapkan sudah memahami tugas dan mampu bergerak sesuai perannya.
Ery mengatakan latihan dan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan Fire Brigade tetap terjaga.
“Harapannya, kesiapsiagaan ini terus terjaga sehingga kapan pun terjadi insiden, rekan-rekan Fire Brigade dapat memberikan respons terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan diri, rekan kerja, maupun operasional kilang,” katanya.
Kesiapan personel tersebut menjadi bagian dari upaya Kilang Plaju PT Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat budaya keselamatan sekaligus mengantisipasi berbagai risiko keadaan darurat di lingkungan operasional.

















