Intinews | Di usia Provinsi Sumatera Selatan yang genap 80 tahun, semangat “Sumsel Tangguh, Maju Lebih Cepat” tidak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi juga tercermin dalam upaya menjaga ketahanan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Salah satunya melalui peran strategis Kilang Plaju yang telah berdiri lebih dari satu abad di tepian Sungai Musi.
Sebagai objek vital nasional, Kilang Plaju memiliki kontribusi penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi, baik untuk wilayah Sumbagsel maupun skala nasional. Saat ini, kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 120 ribu barel per hari dan menyuplai sekitar 60 persen kebutuhan energi di kawasan Sumbagsel.
Keberadaan Kilang Plaju dinilai sejalan dengan arah pembangunan Sumatera Selatan tahun 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan, energi, dan kedaulatan air dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Langkah tersebut juga mendukung program nasional dalam memperkuat kemandirian energi berkelanjutan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia mengatakan, semangat HUT Sumsel menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat.
“Ketahanan energi memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, aktivitas industri, hingga pembangunan daerah yang berkelanjutan. Karena itu, Kilang Plaju terus berkomitmen menjaga keandalan operasional agar pasokan energi bagi masyarakat Sumbagsel dan nasional tetap aman dan optimal, ” ujar Siti Fauzia.
Kilang Plaju sendiri tercatat sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia yang masih aktif beroperasi hingga saat ini. Kilang Plaju yang berdiri pada 1904 serta Kilang Sungai Gerong pada 1926 menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan industri energi nasional sejak era kolonial.
Kini, kedua area operasional tersebut terhubung melalui jembatan integrasi fisik yang memperkuat sinergi antar site dalam menjaga efisiensi dan keberlanjutan operasional.
Tidak hanya fokus pada sektor energi, Kilang Plaju juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah sekitar operasional. Program tersebut diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Dengan pengalaman panjang dan transformasi yang terus dilakukan, Kilang Plaju berharap tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Sumatera Selatan. Di tengah tantangan kebutuhan energi yang terus meningkat, kilang ini menegaskan komitmennya untuk menjaga pasokan energi tetap stabil demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Sumbagsel maupun nasional. (vv)

















