Intinews | Sebanyak 42 ton limbah jerami dan 6 ton kotoran ternak dimanfaatkan warga Nagari Padang Toboh Ulakan, Padang Pariaman, setiap tahun. Limbah itu diolah menjadi pupuk kompos hingga parfum jerami.
Program tersebut dijalankan Kelompok Usaha Kompos Sejahtera Bersama (UKASEMA) melalui Program Cadiak Pandai PT Pertamina Patra Niaga sejak 2023.
Di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, program Cadiak Pandai melibatkan kelompok perempuan melalui Kelompok Usaha Kompos Sejahtera Bersama (UKASEMA).
Sejak 2023, warga mengolah limbah pertanian menjadi pupuk kompos dan parfum jerami.
Limbah kotoran ternak juga dimanfaatkan.
Dalam setahun, program ini memanfaatkan sekitar 42 ton limbah jerami dan 6 ton limbah kotoran ternak.
Anggota UKASEMA juga mendapat tambahan penghasilan sekitar Rp300 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.
Local Hero Program Cadiak Pandai, Siti Aniar, mengatakan program tersebut membuat warga mulai melihat limbah dari sisi berbeda.
“Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai,” kata Siti.
Menurutnya, kegiatan itu juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha bersama.
“Tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi anggota UKASEMA, ” ujarnya.
Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, mengatakan pendampingan Pertamina ikut membuka ruang bagi warga mengembangkan potensi yang ada di nagari.
“Pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Program serupa dijalankan Pertamina Patra Niaga di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang.
Lewat program Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development atau ONDE MANDE, potensi hutan dan sumber daya air dikembangkan untuk mendukung masyarakat.
Salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Listrik dari fasilitas tersebut digunakan untuk penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam.
Selain mendukung akses wisata, ONDE MANDE juga mengembangkan usaha masyarakat melalui pemanfaatan hutan produktif dan budidaya madu galo-galo.
Program ini juga diarahkan untuk menjaga kawasan hutan dan sumber daya air sekaligus mengurangi risiko bencana dan dampak perubahan iklim.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengembangan program dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan potensi lokal.
“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat agar setiap inisiatif yang dibangun dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Kitty.
Ia menyebut dua program tersebut juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat hingga pelestarian lingkungan. (vv)

















