Intinews | Komitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga lewat penguatan kualitas sumber daya manusia. Hal itulah yang terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Tungkal dengan menggelar pembinaan langsung kepada petugas di lapangan.
Melalui pendampingan saat pekerjaan operasional berlangsung, PLN memastikan setiap proses dilaksanakan sesuai standar operasional, mengutamakan keselamatan kerja, sekaligus menghasilkan kualitas pekerjaan terbaik. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama antara manajemen dan petugas dalam menghadapi berbagai tantangan teknis di lapangan.
Jajaran manajemen unit bahkan turun langsung ke lokasi pekerjaan untuk memberikan arahan, mengevaluasi metode kerja, hingga berdiskusi mengenai solusi atas kendala yang ditemui selama proses pelayanan kepada pelanggan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus mempercepat penyelesaian layanan.
Manager PT PLN (Persero) ULP Kuala Tungkal, Yossa Perdana, menegaskan bahwa pembinaan lapangan merupakan bagian penting dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Pembinaan di lapangan menjadi kesempatan bagi kami untuk berdiskusi langsung dengan petugas, memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus memastikan setiap pekerjaan menghasilkan kualitas terbaik. Dengan personel yang semakin kompeten, kami optimistis keandalan pasokan listrik dan kepuasan pelanggan akan terus meningkat,” ujar Yossa.
Menurutnya, peningkatan kompetensi personel menjadi salah satu kunci dalam menjaga keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat, aman, dan berkualitas.
Senada dengan itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, menilai keberhasilan pelayanan kelistrikan sangat bergantung pada kompetensi insan PLN yang berada di garis depan.
“Keandalan sistem kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang andal, tetapi juga oleh kompetensi dan budaya kerja insan PLN. Karena itu, pembinaan langsung di lapangan menjadi strategi penting untuk memastikan setiap petugas bekerja sesuai standar, mengutamakan keselamatan, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. PLN akan terus mendorong budaya belajar, disiplin, dan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan kepada pelanggan semakin meningkat,” ungkap Diksi.
Tak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, setiap kegiatan operasional juga dilaksanakan dengan mengedepankan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel mengikuti briefing keselamatan, melakukan pemeriksaan Alat Pelindung Diri (APD), memastikan kesiapan peralatan, hingga mengidentifikasi potensi risiko di lokasi kerja.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama proses pelayanan berlangsung.
Pembinaan lapangan sendiri dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk pengembangan kompetensi personel agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, standar operasional, serta tuntutan pelayanan yang terus berkembang. Dengan SDM yang semakin profesional, pekerjaan pemeliharaan jaringan, penanganan gangguan, hingga layanan teknis kepada pelanggan dapat diselesaikan secara lebih efektif dan tepat waktu.
Melalui penguatan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan, PLN berharap keandalan pasokan listrik dapat terus terjaga sekaligus menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin cepat, responsif, dan berkualitas bagi masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah PLN dalam mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat yang semakin bergantung pada pasokan listrik yang andal. (vv)

















