Intinews | Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan kembali melakukan liaison dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sejumlah kondisi sektor pertambangan batu bara dibahas, mulai penjualan, ekspor, harga hingga perkembangan hilirisasi, Selasa (15/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BI Sumsel menggali perkembangan terbaru bisnis pertambangan PTBA. Termasuk kondisi penjualan batu bara di pasar domestik dan ekspor.
Pergerakan harga batu bara juga menjadi bahan pembahasan.
Pembahasan kemudian masuk ke proyek hilirisasi batu bara. Dua proyek yang disebut yakni coal to DME dan coal to SNG.
Selain itu, dibahas perkembangan investasi dan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.
Dinamika regulasi dan nilai tukar juga ikut dibicarakan dalam kegiatan liaison tersebut.
Setelah pertemuan, kegiatan dilanjutkan dengan site visit ke area operasional PTBA.
Tim BI Sumsel melihat langsung aktivitas pertambangan serta penggunaan teknologi di lapangan.
Salah satu fasilitas yang dikunjungi yakni Train Loading Station (TLS) 6 dan 7.
Fasilitas tersebut digunakan dalam proses pemuatan batu bara untuk mendukung distribusi produksi PTBA di Sumatera Selatan.
Informasi yang diperoleh dari pertemuan dan kunjungan lapangan itu menjadi bahan BI Sumsel dalam melihat perkembangan sektor pertambangan di daerah.
Data dari pelaku usaha tersebut juga digunakan sebagai salah satu masukan dalam perumusan kebijakan terkait stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan. (vv)

















