Intinews | Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Setelah meraih predikat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terbaik tingkat provinsi wilayah Sumatera pada TPAKD Award 2025, tahun ini Sumsel kembali lolos ke tahapan Virtual Assessment TPAKD Award 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keberhasilan tersebut menjadi indikator konsistensi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama OJK, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Badan Pusat Statistik (BPS), Balai Karantina, pemerintah kabupaten/kota, industri jasa keuangan, hingga berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada proses penilaian secara virtual, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mempresentasikan sejumlah inovasi yang dijalankan TPAKD Sumsel di hadapan tim penilai nasional yang terdiri dari unsur OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, akademisi, serta Tony Blair Institute.
Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan menjadi materi utama yang dipaparkan sebagai program unggulan daerah dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi.
Menurut Herman Deru, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga menghubungkan pelaku usaha dengan akses pembiayaan, digitalisasi usaha, hingga peluang pemasaran dan ekspor.
“Program 100.000 Sultan Muda telah berkembang menjadi ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi, mulai dari penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pembiayaan produktif, pengembangan Sultan Muda XporA, hingga pembangunan ekosistem ketertelusuran ekspor yang menghubungkan komoditas unggulan Sumatera Selatan dengan pasar global,” kata Herman Deru dalam presentasinya, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, penguatan ekosistem tersebut juga didukung melalui keberadaan Sultan Muda Sumsel Center, pusat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, serta penerbitan Kartu Anggota dan Kredit Sultan Muda yang ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi generasi muda dan pelaku UMKM.
Data hingga Juli 2026 menunjukkan Program 100.000 Sultan Muda telah menghimpun 10.951 anggota. Program itu juga telah melaksanakan 182 kegiatan dengan jumlah peserta lebih dari 56.600 orang.
Selain memperkuat literasi keuangan, program tersebut mulai mendorong pengembangan komoditas ekspor unggulan Sumatera Selatan, termasuk kopi dan produk turunan kelapa, yang diharapkan mampu meningkatkan akses pembiayaan produktif sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan pihaknya terus memperkuat peran sebagai penggerak ekosistem melalui pengembangan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC).
Menurutnya, SMSC dirancang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis dalam memperluas akses pembiayaan serta meningkatkan daya saing UMKM.
“SMSC dikembangkan sebagai pusat kolaborasi yang mengintegrasikan pemerintah, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pengembangan UMKM yang berdaya saing dan berorientasi ekspor,” ujar Arifin Susanto.
Ia berharap berbagai inisiatif tersebut mampu memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pembangunan daerah, yang tercermin melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, membaiknya rasio ketimpangan (gini ratio), serta meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Selatan.
Keikutsertaan Sumatera Selatan pada Virtual Assessment TPAKD Award 2026 sekaligus menjadi peluang untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih tahun sebelumnya. Ajang tersebut juga menjadi sarana bagi daerah untuk menunjukkan efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses keuangan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga kembali mencatat capaian lain di tingkat nasional. Pada 28 Juli 2026, Sumsel mengikuti tahapan wawancara dan penjurian Financial Literacy Award (FLA) 2026 sebagai salah satu dari tiga finalis terbaik nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sumsel kembali mempresentasikan berbagai inovasi literasi keuangan yang terintegrasi dalam Program 100.000 Sultan Muda sebagai upaya memperluas inklusi keuangan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda di daerah. (vv)

















