Intinews | Karung-karung mulai terisi. Sejak pagi, ratusan orang menyebar di sepanjang pesisir Sungai Musi, tepatnya di kawasan Kampung Kapitan, 7 Ulu, Palembang, Sabtu (12/9/2026).
Ada yang menyisir tepian sungai. Sebagian lainnya memungut sampah yang terselip di sekitar kawasan tersebut. Enam Relawan Pertamina Peduli dari PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju ikut turun di antara sekitar 700 peserta pagi itu.
Mereka bergabung dalam Clean Up Guardian of the River Vol.2, aksi bersih-bersih Sungai Musi yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dalam rangka menyambut World Tourism Day 2026.
Kegiatan ini diinisiasi kreator konten lokal Jejakrasa Palembang bersama ICCN Sumsel. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang turut memberikan dukungan.
Aktivis lingkungan internasional Benedict Wermter, yang dikenal dengan sebutan “Bule Sampah”, juga hadir dalam aksi tersebut.
Dari RU Plaju, enam Relawan Pertamina Peduli Chapter RU Plaju ikut menyisir sejumlah titik di pesisir sungai dan mengumpulkan sampah bersama peserta lainnya.
Mereka adalah *M. Dwiki Saputra, Kurnia Agung Catur Putra, M. Taufik Anugrah, Nadia Sapta Rini, Zulkipli Apryansah dan Maulana Hidayat*.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Galih Arjuna Ismail, mengatakan keterlibatan banyak pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan Sungai Musi.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif kolaboratif yang menggerakkan ratusan relawan dan masyarakat untuk menjaga kebersihan Sungai Musi,” ujar Galih.
Bagi Kilang Plaju, kata Galih, kondisi lingkungan pesisir sungai berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sekaligus daya tarik pariwisata Palembang.
“Bagi Kilang Plaju, kelestarian lingkungan pesisir sungai merupakan prioritas bersama yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga dan daya tarik pariwisata Palembang. Keterlibatan aktif para relawan Pertamina Peduli di kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata kami untuk hadir dan berkontribusi langsung dalam mendukung aksi-aksi lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Galih.
Clean Up Guardian of the River Vol.2 memang tidak hanya diisi dengan memungut dan mengumpulkan sampah.
Kegiatan di kawasan historis Kampung Kapitan tersebut juga menjadi ruang edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga Sungai Musi tetap bersih, sehat dan terawat, terlebih sungai ini menjadi salah satu ikon pariwisata Sumatera Selatan.
Pagi itu, pemerintah, komunitas lokal, masyarakat, relawan korporasi hingga aktivis lingkungan turun di lokasi yang sama.
Enam Relawan Pertamina Peduli RU Plaju pun memilih terlibat langsung. Menyisir tepian Musi bersama ratusan peserta lainnya, lalu mengangkat sampah yang ditemukan di sepanjang kawasan aksi. (vv)

















