Intinews | Bukan sekadar adu masak. Sebanyak 40 peserta Bright Gas Cooking Competition (BGCC) harus menunjukkan kemampuan mengolah ikan gabus di babak semifinal yang digelar di Palembang Trade Center (PTC) Mall, Minggu (13/9/2026).
Dari ratusan peserta yang mendaftar, hanya 40 orang yang akhirnya lolos ke babak semifinal.
Khusus Palembang, jumlah pendaftarnya mencapai 995 peserta. Rinciannya, 277 peserta mengikuti seleksi secara online dan 718 peserta lainnya ikut mini audisi secara offline.
Di meja lomba, peserta dituntut bukan cuma menghasilkan masakan yang enak. Rasa, kebersihan dan kreativitas menjadi bagian penilaian juri.
Bahan utama yang digunakan juga tidak jauh dari dapur masyarakat Palembang, yakni ikan gabus.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengatakan kegiatan tersebut bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan memasak sekaligus mengenalkan makanan bergizi kepada keluarga.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena tidak hanya mengangkat kreativitas memasak, tetapi juga mengampanyekan makanan bergizi bagi keluarga. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenalkan dan mengangkat kekayaan kuliner Nusantara,” ujar Dewi.
Chef Firhan Ashari yang menjadi guest star sekaligus juri mengatakan, pemilihan ikan gabus cukup menarik karena bahan tersebut sudah lekat dengan kuliner Palembang.
Menurutnya, peserta harus mampu mengolah bahan lokal tersebut menjadi hidangan yang punya rasa sekaligus tampilan menarik.
“Ikan gabus merupakan salah satu bahan khas Palembang yang menarik untuk diangkat. Penilaian kami melihat rasa, kebersihan, dan kreativitas,” kata Firhan.
Setelah melalui penilaian, tiga peserta akhirnya keluar sebagai yang terbaik.
Jason Buntaram menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati Muhammad Azwar, sedangkan Endri Supriatna berada di posisi ketiga.
Ketiganya akan membawa nama Palembang ke Grand Final BGCC 2026 di Jakarta pada November 2026.
Untuk hadiah, juara pertama mendapat Rp15 juta. Juara kedua Rp10 juta dan juara ketiga Rp7,5 juta.
Selain tiga juara utama, tiga peserta terbaik lainnya juga mendapatkan hadiah masing-masing Rp5 juta.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memanfaatkan kegiatan ini untuk mengenalkan Bright Gas kepada masyarakat.
Bright Gas tersedia dalam ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg. Produk tersebut ditawarkan sebagai pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan LPG nonsubsidi.
Pertamina juga mengingatkan penggunaan LPG subsidi 3 Kg harus sesuai aturan dan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Ada pula program trade in. Masyarakat bisa menukarkan tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg.
Untuk pembelian refill Bright Gas 5,5 Kg maupun 12 Kg melalui aplikasi MyPertamina, tersedia diskon Rp25 ribu.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, mengatakan BGCC dibuat untuk mendekatkan Bright Gas dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Bright Gas sangat dekat dengan aktivitas masyarakat Indonesia. Melalui BGCC, kami ingin membawa Bright Gas lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi peserta dan UMKM untuk berkreasi serta mengangkat kekayaan kuliner Nusantara,” ujar Alexander.
Selain lomba masak, sejumlah UMKM binaan Pertamina ikut membuka stan di lokasi. Produk mereka diperkenalkan langsung kepada pengunjung PTC Mall.
Bagi Pertamina, kegiatan tersebut bukan hanya soal kompetisi memasak. Edukasi soal penggunaan energi sesuai kebutuhan juga disisipkan dalam kegiatan.
Informasi produk, layanan dan program Pertamina dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135. (vv)

















