Intinews | Kota Palembang kembali menjadi pusat perhatian perkembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel akan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 pada 5–7 Juni 2026 di kawasan Palembang Icon Mall dan Palembang Sport & Convention Center (PSCC).
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan penguatan ekonomi syariah, pemberdayaan UMKM, edukasi keuangan, olahraga, hingga syiar Islam.
Kegiatan pembukaan akan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 di PSCC dan akan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.
Tak hanya itu, masyarakat juga dapat mengikuti Tabligh Akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf pada Jumat malam, sementara penutupan akan dimeriahkan oleh penampilan religi Opick Tombo Ati melalui acara Syiar dan Senandung Penyejuk Kalbu pada Minggu malam.
FESyar Zawa Run 2026, Lari Sambil Berwakaf
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah FESyar Zawa Run Sumatera 2026, sebuah kegiatan fun run sejauh 5 kilometer yang mengusung konsep olahraga sekaligus berbagi.
Peserta cukup berkontribusi Rp75 ribu dalam bentuk wakaf, dengan mengusung semangat “Langkah Sehat, Tebar Barokah”.
Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 7 Juni 2026, dengan titik start dan finish di Palembang Icon. Rute lari melintasi sejumlah jalan utama Kota Palembang, seperti Jalan POM IX, Jalan Sumpah Pemuda, Jalan Angkatan 45, Jalan Kapten A Rivai, Jalan Charitas, Jalan Sudirman, hingga Jalan Kapten Anwar Sastro.
Konsep olahraga yang dipadukan dengan filantropi syariah ini menjadi salah satu inovasi yang dihadirkan dalam FESyar untuk memperluas literasi dan partisipasi masyarakat terhadap ekonomi syariah.
Promosikan Wastra dan Budaya Sumatera
FESyar Regional Sumatera 2026 juga menjadi panggung promosi kekayaan budaya daerah melalui program “Jejak Budaya dalam Wastra”.
Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat mengenal berbagai wastra khas Sumatera yang sarat nilai filosofi, sejarah, dan identitas budaya. Setiap motif kain yang ditampilkan merepresentasikan tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.
Pameran wastra menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha fesyen dan kerajinan daerah.
Wakafein, Menikmati Kopi Sambil Berwakaf
Inovasi menarik lainnya adalah program Wakafein – Taste of Sumatera, yang mengajak masyarakat menikmati kopi premium khas Sumatera sekaligus berpartisipasi dalam gerakan wakaf produktif.
Melalui donasi wakaf sebesar Rp15 ribu, pengunjung dapat menikmati racikan kopi pilihan dari berbagai daerah di Sumatera yang diseduh langsung oleh barista profesional.
Program ini tidak hanya mengenalkan cita rasa kopi unggulan Sumatera, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan wakaf untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dorong Ekonomi Syariah Berkelanjutan
Selain berbagai kegiatan yang bersifat edukatif dan hiburan, FESyar Regional Sumatera 2026 juga menghadirkan seminar, talkshow, workshop, sertifikasi, halal mart, pameran UMKM, fashion show, hingga berbagai program pengembangan ekonomi syariah lainnya.
Melalui penyelenggaraan FESyar 2026, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan berharap dapat memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis digital.
Dengan rangkaian kegiatan yang lengkap, FESyar Regional Sumatera 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event ekonomi syariah terbesar di Sumatera yang tidak hanya menghadirkan edukasi dan transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. (vv)

















