Intinews | Program 100.000 Sultan Muda membawa Sumatera Selatan meraih Financial Literacy Award (FLA) 2026. Pemprov Sumsel dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Penghargaan diserahkan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi kepada Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang. Turut mendampingi Duta Literasi Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sumsel, Ratu Tenny Leriva.
Penyerahan penghargaan berlangsung pada Puncak Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Program 100.000 Sultan Muda menjadi salah satu upaya Pemprov Sumsel mendorong literasi keuangan agar tidak berhenti sebatas edukasi. Program ini menghubungkannya dengan kewirausahaan, pendampingan usaha hingga akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Hingga Juli 2026, sebanyak 10.951 orang telah bergabung dalam program tersebut. Tercatat pula 182 kegiatan telah dilaksanakan dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 56.600 orang di Sumatera Selatan.
Cakupan kegiatannya cukup luas. Mulai dari edukasi keuangan, peningkatan kapasitas usaha, pendampingan dan digitalisasi, hingga perluasan akses pembiayaan.
Pelaku usaha juga dipertemukan dengan berbagai peluang melalui business matching, inkubasi usaha, serta fasilitasi akses pasar dan ekspor.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama Pemprov Sumsel, OJK Provinsi Sumatera Selatan dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan di daerah.
“Penghargaan ini tentu bukan menjadi titik akhir, melainkan penyemangat bagi kita untuk terus memperkuat kolaborasi, menghadirkan program yang semakin berdampak, dan berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan, “ujar Cik Ujang.
Sebelum meraih penghargaan, Program 100.000 Sultan Muda lebih dulu melewati tahapan seleksi nasional. Program tersebut kemudian masuk nominasi kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dengan Program Literasi Keuangan Terbaik.
Pada tahapan wawancara dan penjurian, 28 Juli 2026, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memaparkan langsung strategi yang dijalankan Pemprov Sumsel.
Literasi dan inklusi keuangan dikembangkan dengan pendekatan kewirausahaan. Semangat yang dibawa adalah “Literasi Keuangan Melahirkan Wirausaha, Wirausaha Menggerakkan Pembangunan Daerah.”
Penilaian Financial Literacy Award 2026 mencakup sejumlah aspek. Di antaranya jangkauan wilayah dan frekuensi kegiatan, keberlanjutan program, inisiatif, inovasi, kolaborasi, materi edukasi keuangan hingga dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dari sejumlah indikator tersebut, Program 100.000 Sultan Muda memiliki lima kekuatan utama. Mulai dari pemerataan dan keberlanjutan program, kolaborasi multipihak, inovasi dan infrastruktur pendukung, keterhubungan literasi dengan inklusi keuangan hingga dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi dan UMKM.
Duta Literasi Sumatera Selatan sekaligus Anggota DPD RI Dapil Sumsel Ratu Tenny Leriva mengatakan peningkatan literasi keuangan harus menyentuh perilaku masyarakat, termasuk kemampuan mengambil keputusan keuangan secara tepat dan produktif.
“Melalui Program 100.000 Sultan Muda Sumsel, semangat literasi diwujudkan secara nyata dengan mendorong generasi muda menjadi lebih berdaya, mandiri, dan produktif. Semoga penghargaan ini menjadi energi baru untuk terus memperluas manfaat literasi keuangan bagi kesejahteraan masyarakat. Salam literasi, literasi untuk kesejahteraan, “ujar Ratu Tenny.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menyebut OJK sebagai Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) terus menjalankan peran sebagai ecosystem enabler.
Kolaborasi dilakukan bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan lainnya. Arahnya, peningkatan pemahaman keuangan harus diikuti dengan semakin terbukanya akses serta pemanfaatan layanan keuangan untuk kegiatan produktif.
Pendekatan itu juga menyasar pelaku UMKM. Selain pendampingan, mereka didorong mendapatkan akses pembiayaan produktif, memanfaatkan digitalisasi serta mengikuti business matching. Akses pasar dan peluang ekspor komoditas unggulan Sumsel juga dibuka.
Targetnya bukan sekadar menambah jumlah masyarakat yang memahami layanan keuangan. Pelaku usaha diharapkan semakin bankable, adaptif, produktif dan mampu bersaing.
Pengembangan Program 100.000 Sultan Muda selanjutnya diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausaha baru, memperluas lapangan kerja dan akses pembiayaan produktif, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Dengan akses pasar yang semakin terbuka, produk unggulan daerah juga diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menuju Sumatera Selatan Maju Terus untuk Semua. (vv)

















