Intinews | Upaya mencetak 100.000 wirausaha muda di Sumatera Selatan terus dipercepat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumsel meresmikan Outlet UMKM Sultan Muda sebagai wadah promosi produk pelaku usaha muda binaan.
Peresmian outlet tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan Bincang Santai Dukungan Industri Jasa Keuangan. Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, Anggota DPD/MPR RI Dapil Sumsel, perwakilan Bank Indonesia, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, industri jasa keuangan, HIPMI Sumsel, serta para peserta Program Sultan Muda, Jumat (23/7/2026).
Program 100.000 Sultan Muda merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan OJK yang didukung Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) sebagai program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Program ini tidak hanya membekali anak muda dengan kemampuan berwirausaha, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pendampingan, digitalisasi usaha, hingga perluasan pasar.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan membangun wirausaha muda tidak cukup hanya dengan memberikan semangat. Menurutnya, para pelaku usaha juga harus mendapat kesempatan untuk berkembang melalui dukungan yang nyata.
“Anak-anak muda ini punya potensi besar. Tugas kita adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap pelatihan, pembiayaan, hingga pasar. Kalau ekosistemnya sudah terbentuk, saya yakin akan lahir lebih banyak pengusaha muda yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Herman Deru.
Ia menilai kehadiran Outlet UMKM Sultan Muda menjadi salah satu bentuk dukungan konkret. Selain menjadi tempat memasarkan produk, outlet tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja sama dengan investor maupun mitra usaha.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto menegaskan bahwa penguatan ekosistem usaha muda membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar pelaku UMKM lebih mudah mengakses layanan serta pembiayaan dari industri jasa keuangan.
“Kalau anak muda sudah punya usaha, tugas kita jangan berhenti di pelatihan. Mereka juga harus dipermudah mengakses pembiayaan dan pasar. Itu yang sedang kita bangun bersama” kata Arifin.
Dengan hadirnya outlet tersebuat, produk UMKM binaan Sultan Muda diharapkan memiliki akses pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor maupun mitra usaha. (vv)

















