Intinews | Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai mengusik aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Sepanjang Agustus 2026, dua penerbangan mengalami keterlambatan karena jarak pandang berada di bawah batas aman operasional.
Selain menghambat penerbangan dari dan menuju Palembang, kondisi cuaca juga membuat enam penerbangan tujuan Jambi dialihkan ke Bandara SMB II.
Hal itu disampaikan Pgs. General Manager Bandara SMB II Palembang Tubagus Gemal Syahir bersama Airport Operation & Service Division Head Verry Rizky Permana saat ditemui langsung di Bandara SMB II Palembang, Selasa (1/9/2026).
Tubagus mengatakan, aktivitas penerbangan secara umum masih berjalan lancar. Meski demikian, pengelola bandara mencatat dua penerbangan sempat terdampak penurunan jarak pandang selama Agustus.
Gangguan pertama terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia rute Palembang–Cengkareng pada 23 Agustus 2026. Penerbangan tersebut mengalami keterlambatan setelah jarak pandang di kawasan bandara turun menjadi sekitar 500 meter.
“Secara umum operasional berjalan lancar. Namun, pada 23 Agustus tercatat penerbangan Garuda Indonesia tujuan Cengkareng mengalami delay karena jarak pandang hanya sekitar 500 meter, sedangkan batas minimumnya 700 meter,” jelasnya.
Gangguan berikutnya terjadi pada 29 Agustus 2026. Penerbangan Citilink dari Cengkareng menuju Palembang harus menunda pendaratan karena jarak pandang hanya mencapai sekitar 1.200 meter.
Verry Rizky Permana menjelaskan, jarak pandang tersebut belum memenuhi batas minimal untuk proses pendaratan pesawat.
“Untuk pendaratan, jarak pandang minimal sekitar 1.700 meter. Saat itu visibilitas hanya 1.200 meter sehingga penerbangan mengalami keterlambatan,” kata Verry.
Meski dua penerbangan sempat tertunda, pihak bandara memastikan tidak terdapat penerbangan yang dibatalkan. Pergerakan penumpang juga masih berlangsung normal dan belum menunjukkan penurunan yang berarti.
“Untuk jumlah penumpang masih normal. Hanya terjadi delay dan tidak ada penerbangan yang dibatalkan. Selama Agustus, yang tercatat terdampak langsung baru dua penerbangan,” ujarnya.
Kabut asap di wilayah Jambi turut berdampak pada operasional Bandara SMB II Palembang. Sekitar enam penerbangan yang semula dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi harus dialihkan sementara ke Palembang karena kondisi jarak pandang yang tidak memungkinkan.
Bandara SMB II Palembang kemudian menjadi bandara alternatif untuk melayani pengalihan penerbangan tersebut.
Menghadapi potensi perubahan cuaca dan jarak pandang, pengelola bandara mengimbau calon penumpang tidak hanya mengandalkan jadwal awal keberangkatan. Informasi terbaru dari maskapai perlu terus diperiksa sebelum menuju bandara.
“Kami mengimbau para penumpang selalu memantau informasi jadwal penerbangan secara berkala langsung melalui maskapai. Selain itu, penumpang sebaiknya tiba lebih awal di bandara,” kata Verry.
Pihak bandara memastikan pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang terus dilakukan. Koordinasi dengan maskapai juga diperkuat untuk menjaga keselamatan penerbangan sekaligus meminimalkan dampak keterlambatan terhadap penumpang. (vv)

















