Intinews | Mengajarkan anak untuk bijak mengelola uang tidak harus dimulai saat mereka dewasa. Justru, kebiasaan baik itu perlu ditanamkan sejak usia dini agar tumbuh menjadi karakter yang melekat hingga dewasa. Semangat inilah yang diusung dalam kegiatan GASPOL (Gen LIMAS Peduli Sosial) x Yayasan Nimas Ayu Pembayun bertema “Anak Hebat, Pilihan Tepat” yang sukses digelar di Pondok Yayasan Nimas Ayu Pembayun, Palembang.
Kegiatan edukatif ini menghadirkan Revina Shalsa Billah, Staff Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan, serta Muslim Taruna, A.P., M.Si., Kepala Yayasan Nimas Ayu Pembayun. Turut hadir jajaran pengurus yayasan, anak-anak binaan, dan anggota Gen LIMAS yang menjadi fasilitator selama kegiatan berlangsung.
Program ini berangkat dari fakta bahwa literasi keuangan anak di Indonesia masih perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan hasil penelitian Eksplorasi Gerakan Hemat Uang Saku dalam Penguatan Numerasi dan Literasi Finansial Siswa Sekolah Dasar, sebanyak 73,3 persen siswa sekolah dasar masih menghabiskan uang saku untuk membeli jajanan, sementara hanya 26,7 persen yang menyisihkan uangnya untuk ditabung. Penelitian tersebut juga menunjukkan sebagian besar anak belum terbiasa merencanakan maupun mencatat pengeluaran sehari-hari.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa edukasi literasi keuangan sejak usia dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui pemahaman sederhana tentang mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga membangun budaya menabung, anak-anak diharapkan mampu memiliki kebiasaan finansial yang sehat sejak kecil.
Kegiatan dibuka oleh Andini Diah Pitaloka selaku Master of Ceremony, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Yayasan Nimas Ayu Pembayun, Muslim Taruna. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk memahami pentingnya literasi keuangan dan membangun tanggung jawab dalam mengelola uang.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal awal bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya menabung serta belajar mengelola uang secara bertanggung jawab sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, President of Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, menegaskan bahwa GASPOL merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu visi kami untuk menyebarkan literasi dan inklusi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat. Harapannya, adik-adik dapat menyerap ilmu yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Febrin.
Pada sesi keynote speech, Revina Shalsa Billah mengajak anak-anak memahami bahwa mengelola uang bukan hanya soal menabung, tetapi juga tentang mengambil keputusan yang tepat.
“Hari ini bukan hanya belajar menabung, tetapi juga belajar memilih dengan bijak dalam menggunakan uang. Melalui permainan dan kegiatan yang menyenangkan, kami berharap adik-adik memahami pentingnya hidup hemat dan menggunakan uang sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Berbeda dari edukasi formal di dalam kelas, GASPOL dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Sebelum materi dimulai, peserta mengikuti pre-test dalam bentuk permainan untuk mengetahui pemahaman awal mereka mengenai pengelolaan uang.
Selanjutnya, anggota Gen LIMAS membimbing anak-anak dalam kelompok kecil melalui berbagai materi sederhana, mulai dari fungsi uang, cara membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung.
Suasana semakin meriah saat memasuki sesi Art & Craft, di mana anak-anak menghias celengan mereka sendiri. Aktivitas kreatif tersebut menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan kebiasaan menabung sekaligus mengasah kreativitas dan keterampilan motorik.
Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test yang dikemas dalam bentuk permainan untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Sebagai bentuk kepedulian sosial, Gen LIMAS juga menyerahkan donasi dan hadiah kepada seluruh anak-anak Yayasan Nimas Ayu Pembayun.
Melalui GASPOL, Gen LIMAS tidak hanya menghadirkan edukasi literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial dengan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pembelajaran keuangan sejak dini.
Program ini menjadi bukti bahwa membangun generasi yang cerdas secara finansial dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti mengenalkan budaya menabung dan mengajarkan anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Ke depan, Gen LIMAS berkomitmen terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan tantangan generasi muda, sehingga literasi dan inklusi keuangan dapat semakin meluas serta mendorong lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, berdaya, dan bijak dalam mengelola keuangan. (vv)

















