Intinews | Di tengah berlangsungnya Pit Stop Part II 2026, Pertamina RU III Plaju memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan kerja dengan menggelar Safety Campaign yang menyasar seluruh pekerja, termasuk tenaga kerja kontraktor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan pemeliharaan kilang berlangsung aman sekaligus mendukung target Zero Accident.
Pit Stop merupakan salah satu pekerjaan pemeliharaan berkala yang menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan fasilitas produksi. Mengingat tingginya aktivitas pekerjaan selama periode tersebut, perusahaan menilai disiplin terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi faktor utama agar seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan tanpa insiden.
Sejak memasuki area kilang, setiap pekerja diwajibkan mengikuti rangkaian pemeriksaan melalui Daily Check Up (DCU). Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi kesehatan, kelengkapan alat pelindung diri (APD), hingga kesiapan bekerja sebelum memasuki area operasi.
Bersamaan dengan proses tersebut, jajaran manajemen Kilang Plaju turut menyambut para pekerja melalui Safety Campaign yang menjadi bagian dari implementasi Safety Leadership Program (SLP). Kegiatan itu tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, tetapi juga membangun komunikasi langsung antara pimpinan dan pekerja sebelum aktivitas dimulai.
Dalam pelaksanaannya, pekerja diajak menerapkan budaya keselamatan melalui pendekatan Sapa, Observasi, Dialog, dan Apresiasi. Pendekatan tersebut dimulai dengan membangun komunikasi, dilanjutkan pengecekan penggunaan APD, diskusi mengenai potensi bahaya di lokasi kerja, hingga pemberian apresiasi kepada pekerja yang konsisten menerapkan standar HSSE.
Selain itu, perusahaan juga terus mengingatkan penerapan HSSE Golden Rules, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli. Ketiga prinsip tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pekerja maupun mitra kerja agar selalu mematuhi prosedur, berani menghentikan atau mengingatkan ketika menemukan kondisi tidak aman, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun rekan kerja.
Executive General Manager RU III Plaju, Khabibullah Khanafie, menegaskan bahwa keberhasilan Pit Stop tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan sesuai target waktu, tetapi juga dari kemampuan seluruh personel menjaga keselamatan selama proses berlangsung.
“HSSE merupakan nilai yang tidak dapat ditawar dalam setiap aktivitas operasional di Kilang Plaju. Melalui Safety Campaign ini kami ingin memastikan setiap pekerja memulai aktivitas dengan kondisi yang sehat, menggunakan APD sesuai ketentuan, serta memiliki kepedulian untuk saling mengingatkan agar seluruh rangkaian Pit Stop dapat berlangsung dengan aman, andal, dan mencapai target Zero Accident,” ujar Khabibullah.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh unsur, mulai dari manajemen hingga mitra kerja, menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kilang. Komitmen tersebut juga diharapkan mampu menjaga pelaksanaan Pit Stop tetap berjalan sesuai jadwal tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan maupun aspek keselamatan.
Sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia yang masih beroperasi, Kilang Plaju memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan energi, khususnya bagi wilayah Sumatera Bagian Selatan. Karena itu, keberhasilan pelaksanaan Pit Stop dengan mengedepankan prinsip Safe Execution, On Schedule, Right Quality, dinilai menjadi salah satu kunci menjaga keandalan operasional kilang sekaligus memastikan pasokan energi kepada masyarakat tetap terjaga. (vv)

















