Intinews | Sebanyak 47 titik jaringan listrik di Palembang berhasil dipelihara PLN tanpa harus memadamkan aliran listrik kepada pelanggan. Pekerjaan yang berlangsung pada 3–4 November 2026 itu menggunakan metode Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dengan energi listrik yang berhasil diselamatkan mencapai 356.332 kWh.
Pemeliharaan tersebut dilakukan melalui program Bakti Penyulang dengan melibatkan enam tim PDKB dari PLN UP3 Palembang, Lahat, Bungo, Bengkulu, Ogan Ilir, dan Jambi.
General Manager PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan pemeliharaan jaringan tetap harus dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan. Namun, pekerjaan itu diupayakan tidak mengganggu aktivitas pelanggan.
“Jaringan tetap perlu dipelihara agar selalu dalam kondisi baik, tetapi pada saat yang sama kami juga ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan. Melalui PDKB, pekerjaan dapat dilakukan dengan meminimalkan dampak terhadap pelanggan, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi teknis di lapangan,” ujar Diksi.
Metode PDKB memungkinkan petugas melakukan pekerjaan pemeliharaan pada jaringan yang masih bertegangan. Dengan demikian, pada pekerjaan yang memenuhi persyaratan teknis, PLN tidak perlu memutus aliran listrik kepada pelanggan.
Team Leader PDKB PLN UP3 Palembang, Rio Hendrawan, mengatakan penyelesaian 47 titik pekerjaan merupakan hasil kerja bersama enam tim yang diterjunkan ke lapangan.
“Sebanyak 47 titik pekerjaan dapat kami selesaikan dengan energi listrik yang berhasil diselamatkan mencapai 356.332 kWh. Hasil ini merupakan kerja bersama seluruh personel PDKB yang terlibat. Namun, yang paling utama dalam setiap pekerjaan tetap keselamatan personel dan masyarakat,” kata Rio.
Ia menjelaskan, pekerjaan pada jaringan bertegangan membutuhkan keahlian khusus. Setiap personel harus memiliki kompetensi dan menggunakan peralatan khusus sesuai standar keselamatan kerja.
Sebelum pekerjaan dilakukan, petugas juga harus memeriksa kondisi jaringan dan lingkungan sekitar. Tidak semua titik bisa ditangani dengan metode PDKB karena pelaksanaannya bergantung pada kondisi teknis di lapangan.
Manager PLN UP3 Palembang, Arif Azanny, mengatakan keterlibatan enam unit PLN dalam Bakti Penyulang membuat pekerjaan dapat diselesaikan melalui dukungan personel dan kompetensi dari masing-masing daerah.
“Bakti Penyulang menunjukkan bagaimana kolaborasi antarunit diarahkan untuk satu tujuan, yaitu pelayanan kepada pelanggan. Tim datang dengan personel dan kompetensi yang dimiliki untuk menyelesaikan pekerjaan bersama, sementara masyarakat tetap dapat menggunakan listrik untuk beraktivitas,” ujarnya.
Melalui metode tersebut, PLN berupaya menjaga keandalan jaringan distribusi sekaligus mengurangi potensi gangguan akibat pekerjaan pemeliharaan. Bagi pelanggan, listrik yang tetap menyala berarti aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha dapat berjalan tanpa terganggu pemadaman akibat pekerjaan yang bisa ditangani dengan PDKB. (vv)

















